Saturday, April 21, 2007

Kala

[Kala] Janus&Sari

Berawal dari YM dengan Budi dan telpon singkat dari Dendi, kamis sore itu meluncurlah gw ke E-Plaza. Tadinya gw udah nolak ajakan Dendi soalnya gw paling gak demen dengan yang namanya film horor, apalagi film horor Indonesia, karena gw sangka kalo Kala buatan sutradara Joko Anwar ini film horor tapi Dendi memastikan bahwa film ini hanya thriller bukan horor. Ternyata sampai duluan di E-Plaza padahal sempet nyobain kebab dulu sebelum masuk (jadi pengen posting tentang kebab :p)

Film dimulai dengan cerita misteri kematian beberapa orang dengan cara yang sangat mengerikan yang diselidiki oleh Eros (Arie Bayu). Lalu setting berpindah untuk menceritakan karakter utama lainnya yaitu Janus (Fachri Albar) seorang wartawan yang mengidap sutau penyakit aneh yang akut sehingga mengakibatkan istrinya Sari (Shanty) berniat menceraikannnya. Lalu cerita bergulir dari penyelidikan Janus terhadap orang-orang yang berada disekeliling peristiwa pembakaran diawal.
Sempet panik diseperempat film pertama karena nuansa mistis mulai muncul dengan munculnya suatu perwujudan roh (sumpah gw gak suka film horor dan niat gak bayar full ke Dendi ...serius nih den :P ) tapi ternyata nuansa mistis itu hanyalah salah satu daya pikat dari film ini, ada daya pikat yang lain yang lebih mempesona sehingga gw bisa melupakan suasana mistis tadi yang hanya muncul di beberapa adegan saja. Daya pikat itu adalah background film ini yang berupa kota lama di Semarang. Karena gw sering ke kota lama buat kerjaan dan juga nemenin temen jalan kaki mengelilingi kota lama jadinya gw hafal betul setiap setting gedung yang digunakan. Joko Anwar sangat baik sekali memadukan setting kota lama ini sebagai salah satu kekuatan filmnya, tetapi karena setting ceritanya sendiri tidak mengarah ke Indonesia maka setting kota lama ini juga tidak digambarkan secara gamblang.
Film ini secara keseluruhan cukup menarik karena gw pikir belom banyak film indonesia (sekarang) yang menyuguhkan film dengan pencahayaan gelap dengan baik seperti biasanya film yang menggambarkan setting waktu jaman dulu. Setting barang-barang pendukung dalam film ini diperhatikan dengan sangat baik seperti kamera kuno yang dipergunakan oleh Agus Melasz sampe telpon umum yang banyak dipergunakan dalam cerita film ini.
Inti ceritanya sendiri mengenai kedatangan sang penyelamat yang akan datang untuk menyelamatkan negara antah berantah tersebut dari kekacauan. Gw gak mau cerita lebih detil tapi pokoknya film ini gw recomended walaupun buat orang yang gak suka film thriller, soalnya jarang ada sineas indonesia yang bisa buat film bagus kayak gini. MAJU TERUS FILM INDONESIA!!
PS: satu lagi, adegan lumayan panas antara Janus dan Sari juga sayang kalo dilewatkan hihihi~
Situs resmi kala ada di sini dan gambar diambil dari sini
Posting terkait oleh Budi & Dendi

7 comments:

  1. uasyeemmm... pada nonton koq nggak ngajak2 ik...

    ReplyDelete
  2. Huahahahahaha... saya mah suka film horor! Tp bukan film2 horor Indonesia yg kebanyakn itu! Itu mah bukannya nakutin, tp cuma ngagetin aja! Kalo kayak film Pulse atau Idle Hands, aku suka bgt! ;D


    Hmmmm... btw, E-Plaza itu dmn yah? ;P

    ReplyDelete
  3. wah berhubung puas nontonnya.. harusnya mbayar nya dobel mas!!!
    heueueheh

    ReplyDelete
  4. wah...cerita ttg nonton tokh...alhamdulillah dong dapet film bagus

    ReplyDelete
  5. katanya mas jiban, itu pilem horror ya? tapi jeruk2 pade kompak yaa, suka nonton bareng, bagooussss

    ReplyDelete
  6. wa... untung bukan pelem horor
    takut....

    ReplyDelete
  7. 2mas andhi: sorry mas aku aja diajak 45 menit sebelom :D

    2nilla: mo film horor dr mana aja mah kalo utk saya thanks no way..E-Plaza itu di Simpang Lima, Semarang non :)

    2Dendi: hehe~ jadi kamu mau dibayar berdsrkan kepuasan nih? :P

    2mamahani: salam kenal bu,wah sayang ya putrinya sudah menikah :P

    2mbak tia: kopdar-an mendadak kayaknya sering bulan ini

    2avank: BETOLLLLL!!

    ReplyDelete