Nomikai
Waktu gw di Jepang, gw merasa beruntung sebagai non muslim dalam beberapa hal, salah satunya adalah merasakan budaya Jepang yang dinamakan nomikai (飲み会). Nomikai adalah acara minum-minum (minuman beralkohol) sebagai salah satu waktu untuk bersosialisasi dengan rekan sekerja atau teman kuliah dan sekolah. Biasanya acara ini diselenggarakan dalam sebuah restoran atau tempat khusus untuk minum dan peserta undangan biasanya juga berkumpul dalam satu meja yang besar. Acara nomikai terbesar yang pernah gw hadiri salah satunya ya pesta perpisahan gw sendiri, diselenggarakan 2 kali sampe total sekitar hampir 60-70 orang yang menndukung gw selama gw di Jepang.
Mungkin karena orang Jepang yang tertutup satu sama lainnya hingga memerlukan acara seperti ini untuk mempererat hubungan antara satu dengan yang lainnya terutama didalam sebuah perusahaan. Biasanya acara nomikai dalam suatu perusahaan diadakan oleh orang-orang yang bekerja didalam 1 departemen. Sebenarnya didalam nomikai tidak harus minum minuman yang beralkohol tetapi biasanya bir atau sake menjadi menu wajib didalam setiap nomikai. Biasanya kalau ada orang yang tidak bisa minum minuman beralkohol, mereka bisa memesan minuman non alkohol tetapi jika ada atasan didalam nomikai tersebut lebih baik meminta ijin terlebih dahulu kalau tidak bisa minum alkohol karena bisa dianggap tidak sopan.
Nomikai bisa diadakan dengan tujuan yang bermacam-macam seperti pesta setelah selesai mengerjakan suatu event, pesta perpisahan, menyambut pegawai baru dalam sebuah divisi dan lain-lain. Tidak ada batasan dalam membuat sebuah acara nomikai dan biasanya minimal ada 1 orang yang mempersiapkan acara nomikai dari persiapan tempat sampai mengumpulkan uang dari masing-masing peserta.Acara nomikai biasanya akan dimulai dengan sambutan pembukaan oleh organiser yang mempersiapkan acara dilanjutkan oleh seseorang dengan status paling tinggi dalam nomikai tersebut dan jika ada anggota baru yang datang pada nomikai tersebut biasanya mereka juga mengenalkan dirinya sendiri kepada anggota yang lain. Begitu semua selesai untuk sambutan nomikai akan dimulai dengan saling toast gelasnya masing-masing dengan gelas yang lain dan mengucapkan "Kampai!!"
Biasanya setelah acara nomikai berakhir masih ada beberapa orang/kelompok yang melanjutkan acara yang dinamakan dengan nijikai (二次会) di tempat yang berbeda, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berteman dekat atau mempunyai hobi minum yang banyak dan kalo masih kuat minum setelah nijikai boleh lanjut lagi dan biasanya pertemuannya dinamakan sanjikai (三次会). Gw sendiri belom pernah sampe sanjikai tapi kalo yang nijikai sudah pernah merasakan dengan teman-teman lama yang sudah lama banget gak pernah ketemuan sejak mereka dateng ke Indonesia.
Etika dalam nomikai
Didalam sebuah acara nomikai juga ada beberapa aturan yang harus dipenuhi, misalnya setiap orang berusaha untuk tidak mengisi gelasnya sendiri tetapi malah menuangkan minuman ke gelas orang yang duduknya paling dekat atau kepada orang yang kedudukannya lebih tinggi. Hal ini terutama ditujukan untuk peserta dengan posisi/status/jabatan yang lebih rendah untuk menawarkan untuk melayani orang yang lebih berposisi lebih tinggi dan biasanya pula orang yang berkedudukan lebih tinggi tadi akan membalas juga dengan mengisi gelas orang yang posisinya lebih rendah tadi. Sebenarnya hal ini hanya untuk menunjukkan saling menghormati untuk menumbuhkan hubungan yang baik dalam bekerja satu dengan lainnya.
Hal lainnya yang diperbolehkan didalam sebuah nomikai adalah mabuk. Peserta nomikai diperbolehkan mabuk dan semua yang diperbuatnya dalam sebuah nomikai tidak akan dianggap serius (bila melakukan hal-hal yang kurang sopan) dan persoalan ini tidak akan dibawa kedalam tempat kerja.Untuk orang yang sudah tidak kuat minum biasanya mereka akan meninggalkan gelasnya penuh, ini sinyal kalau kita tidak mau minum lagi.
Selama gw mengikuti sekian banyak nomikai belum pernah mabuk kecuali 1 kali sewaktu pesta perpisahan dan itu saja karena teman banyak yang mau menuangkan birnya :P Jadi sewaktu di Jepang minum alkohol jadi seperti minum air aja padahal gw dasarnya gak suka bir yang rasanya pahit tapi untung ada Asahi Dry Beer yang rasanya ringan. Dan setelah balik ke Indonesia balik ke kebiasaan lama yaitu peminum teh berat (aka setiap saat minum teh) hahaha~ Jadi gw pikir minum alkohol tidak selamanya berarti jelek (kecuali emang dilarang oleh agama) dan image peminum di Indonesia mungkin kebanyakan jelek karena biasanya setelah mabuk mereka merugikan orang-orang disekitar mereka :P
Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan perspektif yang lain dalam budaya minum minuman beralkohol.
Mungkin karena orang Jepang yang tertutup satu sama lainnya hingga memerlukan acara seperti ini untuk mempererat hubungan antara satu dengan yang lainnya terutama didalam sebuah perusahaan. Biasanya acara nomikai dalam suatu perusahaan diadakan oleh orang-orang yang bekerja didalam 1 departemen. Sebenarnya didalam nomikai tidak harus minum minuman yang beralkohol tetapi biasanya bir atau sake menjadi menu wajib didalam setiap nomikai. Biasanya kalau ada orang yang tidak bisa minum minuman beralkohol, mereka bisa memesan minuman non alkohol tetapi jika ada atasan didalam nomikai tersebut lebih baik meminta ijin terlebih dahulu kalau tidak bisa minum alkohol karena bisa dianggap tidak sopan.
Nomikai bisa diadakan dengan tujuan yang bermacam-macam seperti pesta setelah selesai mengerjakan suatu event, pesta perpisahan, menyambut pegawai baru dalam sebuah divisi dan lain-lain. Tidak ada batasan dalam membuat sebuah acara nomikai dan biasanya minimal ada 1 orang yang mempersiapkan acara nomikai dari persiapan tempat sampai mengumpulkan uang dari masing-masing peserta.Acara nomikai biasanya akan dimulai dengan sambutan pembukaan oleh organiser yang mempersiapkan acara dilanjutkan oleh seseorang dengan status paling tinggi dalam nomikai tersebut dan jika ada anggota baru yang datang pada nomikai tersebut biasanya mereka juga mengenalkan dirinya sendiri kepada anggota yang lain. Begitu semua selesai untuk sambutan nomikai akan dimulai dengan saling toast gelasnya masing-masing dengan gelas yang lain dan mengucapkan "Kampai!!"
Biasanya setelah acara nomikai berakhir masih ada beberapa orang/kelompok yang melanjutkan acara yang dinamakan dengan nijikai (二次会) di tempat yang berbeda, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berteman dekat atau mempunyai hobi minum yang banyak dan kalo masih kuat minum setelah nijikai boleh lanjut lagi dan biasanya pertemuannya dinamakan sanjikai (三次会). Gw sendiri belom pernah sampe sanjikai tapi kalo yang nijikai sudah pernah merasakan dengan teman-teman lama yang sudah lama banget gak pernah ketemuan sejak mereka dateng ke Indonesia.
Etika dalam nomikai
Didalam sebuah acara nomikai juga ada beberapa aturan yang harus dipenuhi, misalnya setiap orang berusaha untuk tidak mengisi gelasnya sendiri tetapi malah menuangkan minuman ke gelas orang yang duduknya paling dekat atau kepada orang yang kedudukannya lebih tinggi. Hal ini terutama ditujukan untuk peserta dengan posisi/status/jabatan yang lebih rendah untuk menawarkan untuk melayani orang yang lebih berposisi lebih tinggi dan biasanya pula orang yang berkedudukan lebih tinggi tadi akan membalas juga dengan mengisi gelas orang yang posisinya lebih rendah tadi. Sebenarnya hal ini hanya untuk menunjukkan saling menghormati untuk menumbuhkan hubungan yang baik dalam bekerja satu dengan lainnya.
Hal lainnya yang diperbolehkan didalam sebuah nomikai adalah mabuk. Peserta nomikai diperbolehkan mabuk dan semua yang diperbuatnya dalam sebuah nomikai tidak akan dianggap serius (bila melakukan hal-hal yang kurang sopan) dan persoalan ini tidak akan dibawa kedalam tempat kerja.Untuk orang yang sudah tidak kuat minum biasanya mereka akan meninggalkan gelasnya penuh, ini sinyal kalau kita tidak mau minum lagi.
Selama gw mengikuti sekian banyak nomikai belum pernah mabuk kecuali 1 kali sewaktu pesta perpisahan dan itu saja karena teman banyak yang mau menuangkan birnya :P Jadi sewaktu di Jepang minum alkohol jadi seperti minum air aja padahal gw dasarnya gak suka bir yang rasanya pahit tapi untung ada Asahi Dry Beer yang rasanya ringan. Dan setelah balik ke Indonesia balik ke kebiasaan lama yaitu peminum teh berat (aka setiap saat minum teh) hahaha~ Jadi gw pikir minum alkohol tidak selamanya berarti jelek (kecuali emang dilarang oleh agama) dan image peminum di Indonesia mungkin kebanyakan jelek karena biasanya setelah mabuk mereka merugikan orang-orang disekitar mereka :P
Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan perspektif yang lain dalam budaya minum minuman beralkohol.
(dalam sebuah acara nomikai setelah acara seminar)
Sumber lain: WikiLabels: Budaya

2:32 PM
Hmm.. .ribet juga ya.. musti ngombe alkohol barang..
Nek alkohole diganti wedang jahe py mas?
3:56 PM
boleh aja kalo ada :)sanggup minum berapa gelas?
7:53 AM
wah maz adi kuat minum juga yak :d.aturan minumnya juga ribet :d tapi salut gue aturannya orang jepang saling menghargai satu sama laennya :).
12:02 AM
jadi inget film madadayonya Akira Kurosawa..
ada acara minum bir gitu juga..
5:54 PM
weleh masak abis bir segitu ???
6:23 PM
wah...menyenangkan sekali tradisinya hahahhaha.....
ceha ikut ya kalo ke karimun jawa aug sept.
7:50 AM
wah pantes aja mas adi minum brem bali ga ada apa2 :P
12:24 AM
ayo ayooo mas adi.. ajak aku ke Jepang gituuu *narik2 lengan baju mas Adi xD*
ummbbb, kalo diitung2, dah berapa kali mas Adi ini pengen ajak2 saya? ke Semarang lah.. makan Bandeng lah.. huweee.. inget aja neyh saya xD
7:54 AM
wah,pantesn pertmu makin buncit gitu mas...kyk punya budi..hehhehe...jgn kalah ama budi mas....ayuuu..buncitin lagiiii..!!!
11:25 AM
2Ario: wah kalo gelas yg itu minimal 2 gelas tuh :)
2CH: ditunggu aja ya tgl mainnya :)
2mbak tia: wah mbak aku malah gak suka brem hehe~ rasanya aneh :P Beliin buat anak loenpia aja
2nieke: ayo donk mampir ke semarang * narik orang yg narik lengan baju saya*
2pepenk: hehe~ perut gini menyesuaikan pasaran saya mas wakakakkk BTW segini aja cukup gak mo nyaiingin budi :P
9:37 AM
njrit, ngapain nih bawa2 perut saya? hah? Hah? HAH?
eh nomikasi bulan ini jadi kan. hehehe..