Eco Driving
Gw baru mendengar kata ini 2 minggu lalu ketika Mas Inunk (senior gw di kantor) pengen bikin pilot project di Semarang buat eco driving. Dan setelah ngubak-ngubek di dunia maya buat nyari bahan mulailah gw terap-in di diri sendiri buat sekitar 1 mingguan ini.Eco driving adalah gaya mengemudikan kendaraan dengan perlakuan tertentu sehingga bisa menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang dari kendaraan kita sehingga bisa memberikan kontribusi perlambatan penebalan gas rumah kaca. Sebenarnya menggunakan kendaraan umum adalah solusi yang paling jitu buat mengurangi emisi gas buangan kendaraan tapi banyak dari kita yang kalau dilihat dari mobilitas dan beberapa faktor lain tidak bisa menggunakan kendaraan umum maka eco driving jadi salah satu solusi buat kita yang berkendaraan pribadi untuk berkontribusi terhadap perlambatan perusakan lingkungan yang sudah terjadi di rumah kita sendiri yaitu bumi.
Eco driving sebenernya mudah untuk dilakukan tapi sekali lagi memang butuh usaha dan pengorbanan dari kita sendiri untuk merubah kebiasaan gaya hidup kita. Ini beberapa tips mengenai eco driving dalam berkendaraan:
Pertama, antisipasi/menghindari kondisi jalan yang macet, dengan menghindari jalan yang macet berarti waktu perjalanan kita akan lebih pendek dan semakin sedikit pula buangan gas kita. Memang rada repot karena kita diharuskan cari jalan-jalan alternatif kalau kita hidup di jalan yang penih kemacetan dan untungnya gw sendiri suka lewat jalan belakang kalo ke kantor aka tidak lewat jalan utama karena gak suka polusi. Nyobain ngitung-ngitung perbedaan waktu antara lewat jalan yang macet dan gak memang ada perbedaan antara 5 - 10 menit. Itu perhari, itung aja kalo setahun bisa hemat berapa jam dan nantinya bisa dibayangin juga bisa dihemat berapa liter bensin dan buangan gas kendaraan kita.
Dua, menaikkan dan menurunkan kecepatan dengan lebih "lembut", selain lebih aman dengan menaikkan dan menurunkan gas dengan lebih 'lembut' akan menggunakan lebih sedikit bahan bakar, mengurangi penggunaan rem
Tiga, jangan menyalakan kendaraan ketika sedang menunggu. Biasanya sih suka dilakuin buat orang yang punya mobil dan lagi nunggu sesuatu biasanya pada nyalain mobil buat nyalain AC.
Empat, rawat kendaraan secara teratur dan ganti filter udara kalo memang sudah saatnya diganti.
Lima, sewaktu berkendaraan aturlah kecepatan semaksimal mungkin pada kecepatan yang tetap. Biasanya gw kalo dalam kota Semarang gw bisa atur pada kecepatan 50 - 60 Kilometer per jam.
Intinya sih mungkin itu yah, jadi dengan gaya berkendaraan saja sebenarnya kita juga sudah bisa memberikan pengaruh yang signifikan untuk lingkungan kita. Mungkin kita bisa bilang masak sih gitu aja bisa membuat perubahan di alam? Tapi memang sudah saatnya kita untuk lebih bertanggungjawab terhadap masalah yang kita buat sendiri (baca gas buang kendaraan). Dan sebenarnya dengan lebih memperhatikan gaya berkendaraan kita selain membantu mengatasi masalah lingkungan, kita juga menghemat penggunaan bahan bakar kita. Menurut situs Ford dengan menggunakan tips-tips diatas kita bisa menghemat sampai 25% penggunaan bahan bakar kita.
Pengalaman gw sendiri memang tidak mudah untuk merubah gaya berkendaraan kita. Contoh waktu jalan pas sepi atau memungkinkan untuk menaikkan gas, pasti muncul godaan setan buat menaikkan kecepatan sampai maksimal dan akibatnya memang disadari atau tidak disadari kita pasti lebih banyak menggunakan rem dengan daya cengkram maksimal. Tapi buat 1-2 hari ini sudah jadi kebiasaan buat ngatur pada kecepatan yang tetap dan optimal dan untungnya gadget yang baru gw beli ini bisa membuat lebih fokus dan cuek sama setan-setan jalanan hehe~
Jadi?!?? BERKENDARAAN-LAH DENGAN LEBIH BERSAHABAT DENGAN ALAM!!!
PS: kok lama-lama gw suka bikin jargon pake kata "jadi?!?" yah :p
Sumber postingan bisa dilihat di situs ford dan tips lebih lengkap juga bisa ditemukan di sini.
Sumber gambar dari situs ini.
Labels: lingkungan
8:50 AM
Betul itu Di..wah salut deh dengan kepeulin kamu. aku juga seringnya milih jalan-jalan yang gak umum dilewati orang. Enak aja, adem, dan jauh dari polusi
1:19 PM
# mb' unai : soalnya pas jadul kuliah pake sepeda mbak, jadi otomatis tau jalan-jalan pintas :)
2:33 AM
It takes two to tango! - begitulah gambaran-nya, antara regulator a.k.a. pemerintah dan masyarakat mesti dua duanya sadar dan dua duanyaniat menjalankan ini - namun kebijakan ke arah sana harus dimulai dari sekarang..
Inisiatif dari setiap individu dibarengi dengan desakan grass-root agar pemerintah mau meregulasikan dan memberikan insentif bagi mereka yang menerapkan eco-living ini harus diterapkan, yang ada nanti: "Eco dan nggak eco podo wae"
Keep writing and sharing more on howto live our life cleaner, economical and healthier.. ;-)
10:10 AM
beratttttssss...!!!!
aku koment pas postingan makan2 aja deh....
lha,ini udah koment ya..????
11:19 AM
# mas pralangga : sebenernya kalo aku sih tunjukin dulu ke pemerintah " ini loh ada solusi yg bagus, mungkin bagus buat di sebarluaskan" dan ternyata mekanisme seperti itu bisa buat mempengaruhi kebijakan di semarang sih terutama yg lingkungan :)
memang pemerintah itu juga perlu edukasi kok :D
# eskopret : halah berat apanya?!? wong cuman postingan naek motor :P
12:22 PM
kalo ditrisakti skarang lagi heboh2nya campaign uji emisi tuh mas.. sampe disuru pasang stiker :)
4:26 PM
hemat bahan bakar = nebeng mobil teman hehe :p
7:12 PM
# nieke : hmm..emang sih uji emisi tuh salah satu cara buat nge-cek kondisi motor kita tp gw pikir msh kurang ampuh buat ngurangin asap kita
# fahmi : yoah, itu yg paling sep *terkenang masa lalu sebagai tukang tebeng :p *
1:02 PM
Setujuh!!