Mengejar Mas-Mas
Apa yang akan terjadi bila seorang anak perempuan yang lari dari rumah dan tidak punya uang mendapat perlindungan dari seorang wanita pekerja seks? Ya, itulah inti cerita dari film mengejar mas-mas. Film komedi-drama romantis ini mengeksplorasi hubungan antara Ningsih, sang pelacur yang diperankan oleh Dinna Olivia dengan Shanaz (Popy Sovia) dan juga keduanya dengan Parno (Dwi Sasono).
Film ini diawali dengan pelarian Shanaz dari rumah karena konflik dengan ibunya. Shanaz berniat untuk mengejar pacarnya, Mika (Marcell Anthony) yang sedang naik gunung, untuk bertemu di Yogyakarta. Tetapi karena Mika sudah terlanjur naik gunung dan Shanaz tidak mempunyai cukup uang untuk menginap sampai akhirnya Shanaz terdampar di daerah Malioboro tanpa sepeser uangpun.
Pertemuan antara Shanaz dan Ningsih diawali ketika Ningsih menolong Shanaz dari godaan preman yang hendak memperkosanya. Dari sinilah Shanaz cerita dibangun, ketika Shanaz belajar untuk menerima kehidupan sederhana Ningsih yang sangat berbeda dengan kehidupannya di Jakarta yang sangat mewah, ketika Shanaz melihat 2 identitas Ningsih yang berbeda ketika 'bekerja' dan ketika sedang berada di kos tempat tinggalnya yang sangat normal.
Konflik mulai dibangun lagi ketika Shanaz mulai berkenalan dengan Parno, pengamen lugu yang
pelan-pelan mendapatkan tempat di hati Shanaz tetapi ternyata pernah menjalin hubungan dengan Ningsih (spoiler: kalo liat pas Parno cerita hubungannya dengan Ningsih pasti ngakak abis deh :P )
Bagusnya film ini
Gw pikir Rudi Sujarwo sudah menelurkan 1 film yang sangat bagus untuk dilihat penikmat film indonesia. Gw udah hampir 'muntah' (hiperbola neh) ngeliat layar film indonesia yang ada di bioskop dipenuhi oleh film horor (dan emang dasarnya gw gak suka fim horor :p ) . Biasa streotype pembuat film indonesia yang suka ikut-ikutan bikin film sejenis kalo lagi laku. Ngeliat film ini dan Kala sebelum ini paling gak bisa membuat mata ini segar kembali.
Kembali ke mengejar mas-mas, perpaduan soundtrack yang dilagukan oleh Monty Tiwa dengan jalan cerita sungguh sangat pas. Kadang sebuah adegan hanya diisi oleh bahasa tubuh dan lagu tetapi sudah sangat menggambarkan perasaan dari adegan itu sendiri, dari suasana yang sedih, gembira maupun romantis. Gw sendiri masih mau beli sountracknya nih gara-gara emang top abiezzz.
Dialog antara ketiga pemeran utamanya pun terjalin dengan sangat apik. Seringkali kita bisa tertawa lebar oleh dialog Parno yang lugu dengan Shanaz yang sangat gaul khas Kota Jakarta ataupun oleh kebiasaan Ningsih sehari-hari yang sangat diluar kebiasaan (seperti menyemprotkan parfum ke ....(tonton sendiri yah :P ). Tetapi kitapun bisa tercenung ketika Ningsih bercerita tentang masa lalunya.
Background
Latar belakang film ini adalah Kota Yogyakarta yang digambarkan sangat gamblang melalui penggambaran Jl. Malioboro ataupun landmark Kota Yogyakarta yang terkenal seperti Tugu Yogya Kembali ataupun Sarkem itu sendiri (Pasar Kembang)
Akhirnya
Film ini boleh gw bilang merupakan sebuah masterpiece dari Rudi Sujarwo setelah Ada Apa Dengan Cinta, malah gw bilang film ini lebih dari AADC karena berhasil menggabungkan komedi-drama dan romantis sekaligus. Kekurangan dari film ini hampr gak ada kalo boleh gw bilang dari sudut mata gw yang sangat tidak ahli ini karena kalaupun ada akan tertutupi oleh tawa kita sepanjang film ini dan kenikmatan kita saat mendengar lagu dari Monty.
Film ini juga patut untuk dilihat karena kita bisa melihat potret lain dari seorang pelacur. Seringkali kita selalu dengan mudahnya men-cap seorang pelacur itu adalah seseorang yang sangat hina tanpa mengetahui latar belakang orang tersebut.
Masih terdengar sayup-sayup ditelinga ini lirik-lirik dari Monty....."Aku mencintaimu seperti pencandu suka sabu...."
PS: gambar diambil dari situs mengejar mas-mas dan postingan terkait bisa dilihat di blognya Dendi dan Fany
Film ini diawali dengan pelarian Shanaz dari rumah karena konflik dengan ibunya. Shanaz berniat untuk mengejar pacarnya, Mika (Marcell Anthony) yang sedang naik gunung, untuk bertemu di Yogyakarta. Tetapi karena Mika sudah terlanjur naik gunung dan Shanaz tidak mempunyai cukup uang untuk menginap sampai akhirnya Shanaz terdampar di daerah Malioboro tanpa sepeser uangpun.
Pertemuan antara Shanaz dan Ningsih diawali ketika Ningsih menolong Shanaz dari godaan preman yang hendak memperkosanya. Dari sinilah Shanaz cerita dibangun, ketika Shanaz belajar untuk menerima kehidupan sederhana Ningsih yang sangat berbeda dengan kehidupannya di Jakarta yang sangat mewah, ketika Shanaz melihat 2 identitas Ningsih yang berbeda ketika 'bekerja' dan ketika sedang berada di kos tempat tinggalnya yang sangat normal.
Konflik mulai dibangun lagi ketika Shanaz mulai berkenalan dengan Parno, pengamen lugu yang
pelan-pelan mendapatkan tempat di hati Shanaz tetapi ternyata pernah menjalin hubungan dengan Ningsih (spoiler: kalo liat pas Parno cerita hubungannya dengan Ningsih pasti ngakak abis deh :P )
Bagusnya film ini
Gw pikir Rudi Sujarwo sudah menelurkan 1 film yang sangat bagus untuk dilihat penikmat film indonesia. Gw udah hampir 'muntah' (hiperbola neh) ngeliat layar film indonesia yang ada di bioskop dipenuhi oleh film horor (dan emang dasarnya gw gak suka fim horor :p ) . Biasa streotype pembuat film indonesia yang suka ikut-ikutan bikin film sejenis kalo lagi laku. Ngeliat film ini dan Kala sebelum ini paling gak bisa membuat mata ini segar kembali.
Kembali ke mengejar mas-mas, perpaduan soundtrack yang dilagukan oleh Monty Tiwa dengan jalan cerita sungguh sangat pas. Kadang sebuah adegan hanya diisi oleh bahasa tubuh dan lagu tetapi sudah sangat menggambarkan perasaan dari adegan itu sendiri, dari suasana yang sedih, gembira maupun romantis. Gw sendiri masih mau beli sountracknya nih gara-gara emang top abiezzz.
Dialog antara ketiga pemeran utamanya pun terjalin dengan sangat apik. Seringkali kita bisa tertawa lebar oleh dialog Parno yang lugu dengan Shanaz yang sangat gaul khas Kota Jakarta ataupun oleh kebiasaan Ningsih sehari-hari yang sangat diluar kebiasaan (seperti menyemprotkan parfum ke ....(tonton sendiri yah :P ). Tetapi kitapun bisa tercenung ketika Ningsih bercerita tentang masa lalunya.
Background
Latar belakang film ini adalah Kota Yogyakarta yang digambarkan sangat gamblang melalui penggambaran Jl. Malioboro ataupun landmark Kota Yogyakarta yang terkenal seperti Tugu Yogya Kembali ataupun Sarkem itu sendiri (Pasar Kembang)
Akhirnya
Film ini boleh gw bilang merupakan sebuah masterpiece dari Rudi Sujarwo setelah Ada Apa Dengan Cinta, malah gw bilang film ini lebih dari AADC karena berhasil menggabungkan komedi-drama dan romantis sekaligus. Kekurangan dari film ini hampr gak ada kalo boleh gw bilang dari sudut mata gw yang sangat tidak ahli ini karena kalaupun ada akan tertutupi oleh tawa kita sepanjang film ini dan kenikmatan kita saat mendengar lagu dari Monty.
Film ini juga patut untuk dilihat karena kita bisa melihat potret lain dari seorang pelacur. Seringkali kita selalu dengan mudahnya men-cap seorang pelacur itu adalah seseorang yang sangat hina tanpa mengetahui latar belakang orang tersebut.
Masih terdengar sayup-sayup ditelinga ini lirik-lirik dari Monty....."Aku mencintaimu seperti pencandu suka sabu...."
PS: gambar diambil dari situs mengejar mas-mas dan postingan terkait bisa dilihat di blognya Dendi dan Fany
Labels: film

8:53 PM
masih penasaran nih sama ni film yg waktu itu juga mas Adi ceritain.. tp unfornately aku belom sempet nonton.. musim banyak tugas dan mau UAS..
hiks T.T
6:05 PM
percaya deh sm resensi nya mas adi....
jd kudu wajib tonton neh???
oks deh....:-)
10:39 AM
dina olivia.....hemmmm...
one of my favorite...:-)
10:41 AM
di...kok dina olivia di screensut lo pake tanktop dan yang di website resminya nggak pake tanktop sih..????
11:35 AM
# nieke & mb' nila : wah kalo sekarang udah abis kali yah di bioskop, palingan juga ntar di VCD/DVD
# didtho : halah, malah tanktopnya diperhatiin :p
11:03 AM
dulu pernah nonton crita mini yang dimainin popi ,dia ni berperan jadi ce lesbian gitu en sumhow ampe sekarang aku kebawa stereotype gaya maennya dia itu,,emang tu ce maennya oke juga,,cuman lom nonton pilem ini,jadi pengen nonton neeh,,,
1:21 PM
# ika : hmmmm....pengen nonton deh, TV yah?!??! :(