<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=10674456&amp;blogName=Will+you+keep+on+dreaming+or+live+you...&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fdidut.nomadlife.org%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Nomikai

Monday, April 02, 2007 by Adi

Waktu gw di Jepang, gw merasa beruntung sebagai non muslim dalam beberapa hal, salah satunya adalah merasakan budaya Jepang yang dinamakan nomikai (飲み会). Nomikai adalah acara minum-minum (minuman beralkohol) sebagai salah satu waktu untuk bersosialisasi dengan rekan sekerja atau teman kuliah dan sekolah. Biasanya acara ini diselenggarakan dalam sebuah restoran atau tempat khusus untuk minum dan peserta undangan biasanya juga berkumpul dalam satu meja yang besar. Acara nomikai terbesar yang pernah gw hadiri salah satunya ya pesta perpisahan gw sendiri, diselenggarakan 2 kali sampe total sekitar hampir 60-70 orang yang menndukung gw selama gw di Jepang.
Mungkin karena orang Jepang yang tertutup satu sama lainnya hingga memerlukan acara seperti ini untuk mempererat hubungan antara satu dengan yang lainnya terutama didalam sebuah perusahaan. Biasanya acara nomikai dalam suatu perusahaan diadakan oleh orang-orang yang bekerja didalam 1 departemen. Sebenarnya didalam nomikai tidak harus minum minuman yang beralkohol tetapi biasanya bir atau sake menjadi menu wajib didalam setiap nomikai. Biasanya kalau ada orang yang tidak bisa minum minuman beralkohol, mereka bisa memesan minuman non alkohol tetapi jika ada atasan didalam nomikai tersebut lebih baik meminta ijin terlebih dahulu kalau tidak bisa minum alkohol karena bisa dianggap tidak sopan.
Nomikai bisa diadakan dengan tujuan yang bermacam-macam seperti pesta setelah selesai mengerjakan suatu event, pesta perpisahan, menyambut pegawai baru dalam sebuah divisi dan lain-lain. Tidak ada batasan dalam membuat sebuah acara nomikai dan biasanya minimal ada 1 orang yang mempersiapkan acara nomikai dari persiapan tempat sampai mengumpulkan uang dari masing-masing peserta.Acara nomikai biasanya akan dimulai dengan sambutan pembukaan oleh organiser yang mempersiapkan acara dilanjutkan oleh seseorang dengan status paling tinggi dalam nomikai tersebut dan jika ada anggota baru yang datang pada nomikai tersebut biasanya mereka juga mengenalkan dirinya sendiri kepada anggota yang lain. Begitu semua selesai untuk sambutan nomikai akan dimulai dengan saling toast gelasnya masing-masing dengan gelas yang lain dan mengucapkan "Kampai!!"
Biasanya setelah acara nomikai berakhir masih ada beberapa orang/kelompok yang melanjutkan acara yang dinamakan dengan nijikai (二次会) di tempat yang berbeda, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berteman dekat atau mempunyai hobi minum yang banyak dan kalo masih kuat minum setelah nijikai boleh lanjut lagi dan biasanya pertemuannya dinamakan sanjikai (三次会). Gw sendiri belom pernah sampe sanjikai tapi kalo yang nijikai sudah pernah merasakan dengan teman-teman lama yang sudah lama banget gak pernah ketemuan sejak mereka dateng ke Indonesia.

Etika dalam nomikai
Didalam sebuah acara nomikai juga ada beberapa aturan yang harus dipenuhi, misalnya setiap orang berusaha untuk tidak mengisi gelasnya sendiri tetapi malah menuangkan minuman ke gelas orang yang duduknya paling dekat atau kepada orang yang kedudukannya lebih tinggi. Hal ini terutama ditujukan untuk peserta dengan posisi/status/jabatan yang lebih rendah untuk menawarkan untuk melayani orang yang lebih berposisi lebih tinggi dan biasanya pula orang yang berkedudukan lebih tinggi tadi akan membalas juga dengan mengisi gelas orang yang posisinya lebih rendah tadi. Sebenarnya hal ini hanya untuk menunjukkan saling menghormati untuk menumbuhkan hubungan yang baik dalam bekerja satu dengan lainnya.
Hal lainnya yang diperbolehkan didalam sebuah nomikai adalah mabuk. Peserta nomikai diperbolehkan mabuk dan semua yang diperbuatnya dalam sebuah nomikai tidak akan dianggap serius (bila melakukan hal-hal yang kurang sopan) dan persoalan ini tidak akan dibawa kedalam tempat kerja.Untuk orang yang sudah tidak kuat minum biasanya mereka akan meninggalkan gelasnya penuh, ini sinyal kalau kita tidak mau minum lagi.

Selama gw mengikuti sekian banyak nomikai belum pernah mabuk kecuali 1 kali sewaktu pesta perpisahan dan itu saja karena teman banyak yang mau menuangkan birnya :P Jadi sewaktu di Jepang minum alkohol jadi seperti minum air aja padahal gw dasarnya gak suka bir yang rasanya pahit tapi untung ada Asahi Dry Beer yang rasanya ringan. Dan setelah balik ke Indonesia balik ke kebiasaan lama yaitu peminum teh berat (aka setiap saat minum teh) hahaha~ Jadi gw pikir minum alkohol tidak selamanya berarti jelek (kecuali emang dilarang oleh agama) dan image peminum di Indonesia mungkin kebanyakan jelek karena biasanya setelah mabuk mereka merugikan orang-orang disekitar mereka :P
Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan perspektif yang lain dalam budaya minum minuman beralkohol.
nomikai
(dalam sebuah acara nomikai setelah acara seminar)
Sumber lain: Wiki

Labels:

Baca selengkapnya...

about


A man, stay in semarang, central java, work on environmental field and love to eat

Also a link to profile may show up here.

search

recent posts

recent comments

archives

blogroll

loenpia

nomadlife

community

shoutbox

accecories

admin