Kenapa plastik? karena sampah plastik adalah salah satu sampah yang sangat sulit untuk diuraikan oleh tanah. Tanah memerlukan waktu ratusan tahun untuk menguraikan plastik tapi hitung berapa jam atau bahkan menit untuk kita menggunakan (menghasilkan sampah) plastik. Menurut
situs Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam setahun Indonesia menghasilkan kira-kira 40.000 ton sampah plastik. Jadi bayangin aja kapan tuh berton-ton sampah plastik kita bakal terurai tanah, padahal belom terurai kita udah numpuk lagi. Mungkin bisa dibayangin kalau tanah kita bakal terisi plastik hanya dalam jangka waktu puluhan tahun, ekstrimnya sih begitu.
"Terus emang kita bisa mengurangi plastik? Emang sanggup apa kita mendaur ulang plastik?" Pasti itu pertanyaan kita. Padahal dengan beberapa langkah yang sederhana kita bisa mengurangi sampah plastik tanpa harus bersusah payah memikirkan bagaimana untuk menanggulangi sampahnya.
Yang pertama bilang TIDAK pada plastik. Maksudnya kita tidak menggunakan plastik setiap kali kita berbelanja. "Emangnya bisa? terus belanjaan kita ditaruh dimana? repot donk" Ya pasti bisa, yang sulit memang merubah kebiasaan kita yang sudah tidak ramah lingkungan, dimana-mana yang merubah kebiasaan emang sulit, apalagi merubah gaya hidup. Gimana gak gaya hidup, waktu nyewa VCD kita bawa pake plastik, waktu belanja di toko sebelah kita dikasih plastik, waktu beli gorengan kita dikasih plastik, waktu ke supermarket kita dikasih plastik, jadi plastik harus diak
ui sudah jadi gaya hidup kita. Kembali ke topik, kita bisa membawa belanjaan kita ke tas yang kita bawa sendiri. Memang ini perlu usaha dan untuk belanja ke supermarket mungkin kita perlu investasi sedikit dengan membeli tas belanja sendiri. Kenapa investasi? Karena tas belanja yang kita pakai pasti bisa dipakai berulang kali dan bisa dipakai dalam hitungan tahunan bahkan bulanan. Bisa diitung deh nanti dalam sebulan kita bisa menghemat berapa plastikdengan membawa tas belanja sendiri. Tas belanja itu itu bisa dalam bentuk apa aja, kalau yang gw bawa biasanya dari tas yang terbuat dari bekas karung goni yang biasa gw dapetin dari acara seminar-seminar atau bahkan dari bekas spanduk. jadi jangan bayangin kalo tas belanja itu yang wah kayak apa gitu yang buat invest-nya perlu biaya yang gede. Punya kain bekas, bawa ke tukang jahit, dengan duit 5000 - 10.000 pasti jadi deh tuh tas belanja sendiri. Memang kita perlu usaha, yah kalau mau ngerubah gaya hidup sekali lagi emang perlu usaha.
Kedua, kalo emang tidak bisa menghindari plastik ya penuhi kantung plastik kita semaksimal mungkin dengan belanjaankita dan kalau hanya membeli beberapa barang kecil seperti usahakan untuk tidak menerima plastik.
Ketiga, kalau memang belanja banyak ya pake kardus aja. Biasanya supermarket menyediakan kardus kalo kita memang minta dan kardus lebih cepat untuk diurai oleh tanah bila akhirnya pun akan terbuang.
Memang perlu usaha untuk bilang tidak pada plastik. Sering di toko yang tidak sering gw kunjungi, gw disajikan dengan senyum aneh kalo menolak plastik dari mereka. Bahkan di Matahari, salah satu toko yang (kata orang) susah untuk ditolak plastiknya bisa juga gw tolak plastiknya walaupun harus dengan memberi penjelasan. Yah namanya edukasi, di negri ini memang informasi seperti ini masih susah didapat oleh orang yang gak punya akses makanya kita yang harus ngasih informasi seperti ini, yah anggap aja kita ini akses mereka buat dapat informasi :) Ditoko yang biasa gw kunjungi pun lama-lama udah biasa untuk tidak memberikan plastik ke gw.
Untuk Kota Semarang GELAEL sudah memulai kampanye tas belanja, jadi buat orang semarang kalau belanja di GELAEL bisa bawa tas belanja sendiri atau kalau mau dapat tas belanja dari GELAEL silahkan untuk tidak menerima tas plastik dari GELAEL sebanyak 10 kali, nanti dapat tas belanja daur ulang dari GELAEL dan ini baru dimulai dari Kota semarang. Jadi 'ma kasih buat GELAEl buat keberaniannya, kata GELAEL sempet dibilang aneh juga sama konsumennya. Angkat jempol deh buat keberanian GELAEL untuk memulai sesuatu yang dibilang 'aneh' untuk kebanyakan orang kita :)
Jadi?!??! MULAILAH BILANG TIDAK PADA PLASTIK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Labels: lingkungan