<body><iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=10674456&amp;blogName=Will+you+keep+on+dreaming+or+live+you...&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fdidut.nomadlife.org%2Fdefault.aspx&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div id="space-for-ie"></div>

Perempuan dan kekuatan gerakan

Sunday, April 29, 2007 by Adi

Ibu Pkk Kel. Jomblang, Semarang (2)Ibu PKK Kel. Jomblang, Semarang (1)
Foto diambil pake Canon Ixy L 400 sewaktu ibu-ibu PKK Kel. Jomblang sedang bersemangat menyanyikan lagu ice breaking yg kita berikan, foto diambil pertengahan Feb 2007

Kalo sekarang gw tanya ke kebanyakan orang atau temen sebaya "tau gak sih kamu ibu-ibu PKK tu ngapain aja?" Jawabannya paling (sorry kalo salah) berkisar arisan, kegiatan posyandu,masak-masak dan kegiatan khas ibu-ibu lainnya.
Padahal ibu-ibu PKK itu mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk bisa merubah sebuah sistem yang berada didalam masyarakat karena mereka mempunyai struktur sampai pada struktur masyarakat terkecil yaitu RT. Gw dan temen-temen dikantor sadar akan hal itu, oleh karena itu kita memilih ibu-ibu sebagai partner kerja didalam pengelolaan lingkungan. Bayangkan didalam 1 RW yang berisi hampir 500 keluarga sanggup disadarkan untuk memilah sampahnya sendiri oleh hanya 4 orang kader ibu-ibu yang sudah kita latih (gw juga kayaknya gak sanggup deh :P ). Bekerja dengan ibu-ibu kebanyakan menyenangkan walaupun mereka berasal dari latar belakang yang bermacam-macam, menyenangkan karena sekali mereka mempunyai kesadaran yang tinggi mengenai pengelolaan lingkungan mereka akan menyebarkan dengan sendirinya kepada para tetangganya sehingga yang namanya sosialisasi bisa menjadi hanya penambahan kegiatan untuk memperdalam pengetahuan ibu-ibu sendiri. Semalam mungkin saya merasa senang kalo tidak bisa dikatakan bahagia karena melihat dengan mata kepala sendiri apa yg udah gw kasih ke mereka bisa dikembangkan dengan sangat baik yang gw sendiripun mungkin malah tidak memikirkannya. Disaat seperti ini gw bisa menyadari bahwa kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, kita hidup untuk sesama kita juga, dengan hanya memberikan sesuatu yang kita punya dan kita bisa mungkin itu bisa membuat kita bisa menjadi lebih bahagia. Jadi, selamat bergerak bu :D
PS: Kalo mo liat fotonya lebih besar di-klik aja deh fotonya

tag-lomba-photoblog

Baca selengkapnya...

Tas Belanja dan Lingkungan Hidup

Tuesday, April 24, 2007 by Adi

Ibu Lanjar
Lokasi: RW IX Kel. Jomblang, Semarang
Waktu pas ngambil foto: 22 April 2007
Kamera: Canon IXY L400


Tas belanja dan lingkungan hidup? Memang ada hubungannya? Ya pasti ada donk. Ibu Lanjar adalah seorang pembuat tas belanja yang sering dibawa ibu-ibu sewaktu mereka berbelanja ke pasar. Di rumahnya yang sangat sederhana beliau menjalin satu persatu bahan yang ada sehingga menjadi tas belanja. Kenapa lingkungan hidup? Pastinya kita sadar kalo kita berbelanja ke supermarket kita selalu membawa tas plastik sepulang dari supermarket, pastinya kita sadar kalo kita habis belanja dari warung kita selalu diberikan tas plastik tapi yang paling penting sebenernya sadar gak sih kita kalo plastik itu sampah yang paling susah untuk diurai tanah sampai ratusan tahun lamanya. Berkat tangan Ibu Lanjar kita bisa mengurangi penggunaan plastik kita, belanja ke pasar gak usah menerima plastik dari penjual cukup masukin tas belanja dan walaupun masih menggunakan plastik paling tidak bisa mengurangi konsumsi 1 plastik yang fungsinya digantikan oleh tas belanja Ibu Lanjar.
Baru-baru ini setelah mendapatkan ilmu baru beliau mencoba membuat tas-tas dari sisa bungkus mi instan (yang pastinya kita buang ke bumi kita setiap hari) dan juga dari sisa karung plastik yang bisa beliau dapatkan. Dan ternyata dari situ juga beliau mendapatkan pesanan dari orang lain yang artinya membantu merawat bumi kita dengan mendorong orang lain mengurangi penggunaan plastik mereka.
Jadi selamat ultah ya bumi dan juga fanny (karena ultahnya bersamaan :P )

tag-lomba-photoblog
Baca selengkapnya...

Kala

Saturday, April 21, 2007 by Adi

[Kala] Janus&Sari

Berawal dari YM dengan Budi dan telpon singkat dari Dendi, kamis sore itu meluncurlah gw ke E-Plaza. Tadinya gw udah nolak ajakan Dendi soalnya gw paling gak demen dengan yang namanya film horor, apalagi film horor Indonesia, karena gw sangka kalo Kala buatan sutradara Joko Anwar ini film horor tapi Dendi memastikan bahwa film ini hanya thriller bukan horor. Ternyata sampai duluan di E-Plaza padahal sempet nyobain kebab dulu sebelum masuk (jadi pengen posting tentang kebab :p)

Film dimulai dengan cerita misteri kematian beberapa orang dengan cara yang sangat mengerikan yang diselidiki oleh Eros (Arie Bayu). Lalu setting berpindah untuk menceritakan karakter utama lainnya yaitu Janus (Fachri Albar) seorang wartawan yang mengidap sutau penyakit aneh yang akut sehingga mengakibatkan istrinya Sari (Shanty) berniat menceraikannnya. Lalu cerita bergulir dari penyelidikan Janus terhadap orang-orang yang berada disekeliling peristiwa pembakaran diawal.
Sempet panik diseperempat film pertama karena nuansa mistis mulai muncul dengan munculnya suatu perwujudan roh (sumpah gw gak suka film horor dan niat gak bayar full ke Dendi ...serius nih den :P ) tapi ternyata nuansa mistis itu hanyalah salah satu daya pikat dari film ini, ada daya pikat yang lain yang lebih mempesona sehingga gw bisa melupakan suasana mistis tadi yang hanya muncul di beberapa adegan saja. Daya pikat itu adalah background film ini yang berupa kota lama di Semarang. Karena gw sering ke kota lama buat kerjaan dan juga nemenin temen jalan kaki mengelilingi kota lama jadinya gw hafal betul setiap setting gedung yang digunakan. Joko Anwar sangat baik sekali memadukan setting kota lama ini sebagai salah satu kekuatan filmnya, tetapi karena setting ceritanya sendiri tidak mengarah ke Indonesia maka setting kota lama ini juga tidak digambarkan secara gamblang.
Film ini secara keseluruhan cukup menarik karena gw pikir belom banyak film indonesia (sekarang) yang menyuguhkan film dengan pencahayaan gelap dengan baik seperti biasanya film yang menggambarkan setting waktu jaman dulu. Setting barang-barang pendukung dalam film ini diperhatikan dengan sangat baik seperti kamera kuno yang dipergunakan oleh Agus Melasz sampe telpon umum yang banyak dipergunakan dalam cerita film ini.
Inti ceritanya sendiri mengenai kedatangan sang penyelamat yang akan datang untuk menyelamatkan negara antah berantah tersebut dari kekacauan. Gw gak mau cerita lebih detil tapi pokoknya film ini gw recomended walaupun buat orang yang gak suka film thriller, soalnya jarang ada sineas indonesia yang bisa buat film bagus kayak gini. MAJU TERUS FILM INDONESIA!!
PS: satu lagi, adegan lumayan panas antara Janus dan Sari juga sayang kalo dilewatkan hihihi~
Situs resmi kala ada di sini dan gambar diambil dari sini
Posting terkait oleh Budi & Dendi

Labels:

Baca selengkapnya...

IPDN, kekerasan, lumpur dan korupsi

Wednesday, April 18, 2007 by Adi

Akhir-akhir banyak orang yang bersuara lantang mengenai IPDN bahkan bereaksi sangat keras dengan IPDN. IPDN pastinya butuh perbaikan (kalau masih bisa diperbaiki) dan kalaupun harus dibubarkan paling tidak sampai praja yang masih ada sekarang bisa diluluskan dulu. Menurutku juga bukan prajanya kok yang salah sepenuhnya tetapi lebih ke sistem pendidikannya yang tidak bisa menjamin kualitas dari praja itu sendiri. Kembali ke judul, nemu tulisan ini dikompas hari ini dan mungkin bagus juga dibaca dan diresapi buat orang-orang yang hanya bersuara lantang tanpa memberikan solusi atau alternatif atau hanya ikut-ikutan saja.


Ramai-ramai Mencerca Kekerasan
Limas Sutanto

Tewasnya Cliff Muntu telah menggerakkan semua orang untuk menjadi "tokoh-tokoh antikekerasan". Presiden, Wakil Presiden, para menteri, cendekiawan, anggota DPR, tokoh partai politik, bahkan siapa pun, semua menyuarakan antikekerasan.

Pada titik ini berkembang dua hal memprihatinkan yang saling tumpang tindih.

Pertama, reduksi besar-besaran pemaknaan kekerasan sebagai sekadar wujud kasatmata pemukulan dan pencederaan tubuh.

Kedua, peragaan hipokrisi besar-besaran orang-orang yang berlagak antikekerasan dengan menggabungkan diri dalam kegiatan "Ramai-ramai Mencerca Kekerasan di IPDN".

Reduksi pemaknaan kekerasan diperkuat oleh penayangan berulang berbagai peristiwa pemukulan sadistik tubuh praja-praja yunior oleh praja-praja senior di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di televisi.

Kekerasan

Tanpa disadari, kekerasan dibatasi lingkup pemaknaannya dalam pencederaan fisik, padahal sebenarnya kekerasan secara hakiki bermaknakan setiap degradasi dan dehumanisasi (keduanya berarti perendahan) serta demonisasi (penyetanan) manusia oleh siapa pun. Pada perspektif ini, kekerasan tidak hanya terbatasi dalam tindak pencederaan fisik.

Pengucapan kata-kata yang mendegradasi, mendehumanisasi, dan mendemonisasi manusia oleh siapa pun (sesama manusia, pejabat, pemuka agama, pemimpin partai politik, guru, dosen, dan sebagainya) adalah juga wujud kekerasan. Maka, seorang guru atau dosen yang berkata-kata mendegradasi, mendehumanisasi, atau mendemonisasi siswa atau mahasiswanya—semisal dengan ucapan, "Tolol, goblok!"— dapat disebut sebagai seorang pelaku kekerasan juga. Seorang siswa yang menekan sesama siswa dengan kata-kata atau tindakan (melakukan bullying) adalah seorang pelaku kekerasan pula. Kekerasan juga bermakna penindasan terhadap kelompok minoritas yang memiliki pendapat dan keyakinan berbeda dengan pendapat dan keyakinan kelompok mayoritas. Namun, ketika hal-hal itu terjadi di tengah kita, tokoh-tokoh tidak tergerak untuk "ramai-ramai menghentikan bullying" atau "ramai-ramai menghentikan kekerasan terhadap kelompok minoritas".

Lumpur sebagai kekerasan

Kekerasan juga bermakna sebagai setiap tindakan yang mendegradasi, mendehumanisasi, dan mendemonisasi manusia, oleh siapa pun. Sebuah contoh kekerasan ingar-bingar yang sedang terus terjadi di negeri kita, dan tidak kunjung tertangani secara efektif, adalah bencana lumpur panas di Porong, Sidoarjo.

De facto, bencana lumpur panas itu telah mendegradasi dan mendehumanisasi insan dan keluarga di banyak desa dan permukiman di seputar pusat semburan lumpur panas. Bahkan, bencana itu mendemonisasi insan dan keluarga, dalam arti menempatkan mereka tidak lagi sebagai manusia yang hidup layak manusiawi.

Ironis benar, para tokoh dan mereka yang ikut tampil sebagai "tokoh-tokoh anti-kekerasan" lewat gelaran publik kisah "Ramai-ramai Mencerca Kekerasan di IPDN" mungkin tidak merasakan atau tidak menghayati bencana lumpur panas di Porong sebagai kekerasan ingar-bingar.

Bahkan, ketika warga yang menjadi korban bencana itu menyatakan benar-benar tidak lagi kuat menanggung kejamnya kekerasan bencana, para tokoh belum juga tergugah untuk "ramai-ramai membantu korban bencana lumpur panas secara sungguh-sungguh".

Kemiskinan yang meluas dan mendalam di tengah rakyat negeri ini sebenarnya merupakan wujud kekerasan hakiki. Orang-orang miskin adalah mereka yang terdegradasi, terdehumanisasi, bahkan terdemonisasi.

Tanda-tanda realitas ini dapat ditangkap tidak hanya melalui pemandangan kekumuhan yang meliputi dan meresapi kehidupan mereka, tetapi juga melalui berbagai wabah penyakit yang berjangkit di tengah mereka, bahkan melalui berbagai peristiwa penggusuran terhadap mereka.

Pada titik ini, kita kembali bertanya, mengapa tidak kunjung terjadi peragaan kegiatan spektakuler "ramai-ramai membantu orang-orang miskin secara sungguh-sungguh agar mereka keluar dari kemiskinan"?

Korupsi wujud kekerasan

Seyogianya tidak dilupakan, korupsi pun merupakan suatu wujud kekerasan. Korupsi yang dilakukan oleh para koruptor membuahkan degradasi, dehumanisasi, dan demonisasi kehidupan rakyat karena berbagai sumber daya yang seharusnya dapat digunakan rakyat untuk menumbuhkembangkan kehidupan mereka dicuri oleh para koruptor itu. Tetapi, adakah kita menyaksikan tokoh-tokoh negeri ini "ramai-ramai mengoreksi diri pada perspektif pemberantasan korupsi"? Adakah kita menyaksikan tokoh-tokoh negeri ini "ramai-ramai mencerca korupsi, termasuk korupsi yang mungkin telah atau pernah mereka lakukan sendiri"?

Jangan lupa, Munir tewas diracun. Hilangnya para aktivis di akhir era Orde Baru, tragedi Trisakti dan Semanggi, dan kerusuhan Mei 1998 jelas merupakan kekerasan di negeri ini. Adakah kita pernah "ramai-ramai membantu korban semua tragedi itu secara sungguh-sungguh"?

Kegiatan "Ramai-ramai Mencerca Kekerasan di IPDN", yang merebak luas setelah Cliff Muntu tewas, di satu sisi melahirkan harapan akan berakhirnya praktik kekerasan di IPDN, di setiap lembaga pendidikan, dan di tengah kehidupan kita.

Namun, di sisi lain, gelaran itu menimbulkan keprihatinan tentang hipokrisi yang bersarang dalam tubuh bangsa ini. Mungkin orang-orang yang nimbrung mencerca kekerasan di IPDN adalah juga para pelaku kekerasan sejati, kendati bukan pelaku kekerasan pencederaan tubuh yang bersifat terbuka seperti dilakukan orang-orang di IPDN.

Hipokrisi adalah "penyakit individual" dan "penyakit sosial" yang menjadikan kita hidup bukan dalam realitas. Jika kita sering hidup bukan dalam realitas, kita menjadi jarang mampu menghadapi dan memecahkan aneka masalah di tengah kehidupan yang sebenarnya. Pada titik ini kita boleh menyadari, hipokrisi perlu dikikis, diganti dengan kejujuran, demi tumbuh-kembang kehidupan kita.

LIMAS SUTANTO Psikiater; Konsultan Psikoterapi

sumber asli klik sini

Labels:

Baca selengkapnya...

Congrat sis..

by Adi

I felt that I'm proud a lot with my sister after she accepted on Van Lith High School , the school that she always dream on for her next study. I think this school is 1 of leading school in this country, they have unique education system that different from another school to educate their student especially dealing with society. Most of my proud came because she can maintenance her study independently since our mother past away couple years ago when she start her junior high school and because we live only both and I can't watch her always in the house. Learn being (some part of) parents prove that being parents is not simple at all but I got some valuable experience while take care the house only with her. Start of this month we live 3 again with our father since he quit from the job and only concentrate on his own business, quiet relieved because I can back as full time brother only haha~ Anyway good luck sis.

Labels:

Baca selengkapnya...

Ganti template

Tuesday, April 17, 2007 by Adi

Gak tau kenapa tapi hari ini browsing template dan nemu template ini, sembari nunggu yg dr Mas Jauhari (ditunggu loh mas :P ) sementara pake yg ini dulu
Baca selengkapnya...

Google Reader

Monday, April 16, 2007 by Adi

Warning: postingan ini sangat besar kemungkinannya BASBANG pake banget

Setelah meng-install lagi komputer kantor karena emang mungkin udah lama sekali gak pernah di rawat dan di-update, mulailah meng-install juga program-program di komputer dan salah satunya adalah RSS reader. Tapi karena bermasalah dengan update-annya (iya saya msh pake windows :p ) jadi males buat install dan dimulailah mencari alternatif aggregator yang lain. Ternyata Gmail punya fasilitas aggregator yang sangat mudah penggunaannya, selama ini menggunakan gmail tapi gak pernah nyadar juga buat pake. Pengguna akun gmail tinggal meng-klik icon reader di sisi kiri paling atas dan otomatis akan masuk ke halaman google reader. Untuk memasukkan blog/homepage yang ingin kita masukkan tinggal klik add subscription di sidebar kiri dan google akan secara otomatis akan meng-update link yang kita ingin untuk lihat. Cara membacanyapun cukup mudah karena seperti membaca e-mail, tinggal klik link & judul yang ingin kita baca dan konten dari link yang kita inginkan pun otomatis terpampang di hadapan kita. Tapi ternyata capek juga buat copy-paste link, soalnya segejibun hehe~
google reader
Gmbr: skrinsut dari halaman google reader
Baca selengkapnya...

Post Card from Maastricht

Wednesday, April 11, 2007 by Adi

kartu pos

Thanks Jessica, I receive it 2 days ago :D
Baca selengkapnya...

Anime

Monday, April 09, 2007 by Adi

Sebetulnya walaupun dr dulu gw suka anime dan komik tapi belom pernah serius ama hal-hal yg beginian (baca maniak :P ). Awal tau fansub pas baca postingan budi pas dia ngutil dr si idban, dr situ pula sebenernya gw tau loenpia dll (walaupun baru aktif baru2x ini aja :P ), jadi sejak itu gw dikit-dikit ngopi-ngopi koleksi si budi. Tapi sejak baca postingan idban yg mo nyari mirrornya buat koleksi animenya jadi kepikiran lagi, soalnya cost nyewa anime gw itung-itung gak murah juga (sejak gw suka nonton animenya parah :P ) jadi mungkin beli hardisk bisa jadi solusi nonton anime yg nikmat hehe~ (selain ngerampok tentunya). Karena gagal beli hardisk di Semarang (ternyata nyari hardisk 320 GB tuh susah juga yak) si Budi nanya-nanya ama idban eh malah dapet hardisk ama barang rampokannya. Jadi ngiler bayangin isi hardisk 320 GB dengan isi-isinya. Thanks berat buat idban buat koleksinya. Dan buat anime lover di Semarang silahkan buat ngerampok koleksi itu ntar hehe~
Baca selengkapnya...

Nomikai

Monday, April 02, 2007 by Adi

Waktu gw di Jepang, gw merasa beruntung sebagai non muslim dalam beberapa hal, salah satunya adalah merasakan budaya Jepang yang dinamakan nomikai (飲み会). Nomikai adalah acara minum-minum (minuman beralkohol) sebagai salah satu waktu untuk bersosialisasi dengan rekan sekerja atau teman kuliah dan sekolah. Biasanya acara ini diselenggarakan dalam sebuah restoran atau tempat khusus untuk minum dan peserta undangan biasanya juga berkumpul dalam satu meja yang besar. Acara nomikai terbesar yang pernah gw hadiri salah satunya ya pesta perpisahan gw sendiri, diselenggarakan 2 kali sampe total sekitar hampir 60-70 orang yang menndukung gw selama gw di Jepang.
Mungkin karena orang Jepang yang tertutup satu sama lainnya hingga memerlukan acara seperti ini untuk mempererat hubungan antara satu dengan yang lainnya terutama didalam sebuah perusahaan. Biasanya acara nomikai dalam suatu perusahaan diadakan oleh orang-orang yang bekerja didalam 1 departemen. Sebenarnya didalam nomikai tidak harus minum minuman yang beralkohol tetapi biasanya bir atau sake menjadi menu wajib didalam setiap nomikai. Biasanya kalau ada orang yang tidak bisa minum minuman beralkohol, mereka bisa memesan minuman non alkohol tetapi jika ada atasan didalam nomikai tersebut lebih baik meminta ijin terlebih dahulu kalau tidak bisa minum alkohol karena bisa dianggap tidak sopan.
Nomikai bisa diadakan dengan tujuan yang bermacam-macam seperti pesta setelah selesai mengerjakan suatu event, pesta perpisahan, menyambut pegawai baru dalam sebuah divisi dan lain-lain. Tidak ada batasan dalam membuat sebuah acara nomikai dan biasanya minimal ada 1 orang yang mempersiapkan acara nomikai dari persiapan tempat sampai mengumpulkan uang dari masing-masing peserta.Acara nomikai biasanya akan dimulai dengan sambutan pembukaan oleh organiser yang mempersiapkan acara dilanjutkan oleh seseorang dengan status paling tinggi dalam nomikai tersebut dan jika ada anggota baru yang datang pada nomikai tersebut biasanya mereka juga mengenalkan dirinya sendiri kepada anggota yang lain. Begitu semua selesai untuk sambutan nomikai akan dimulai dengan saling toast gelasnya masing-masing dengan gelas yang lain dan mengucapkan "Kampai!!"
Biasanya setelah acara nomikai berakhir masih ada beberapa orang/kelompok yang melanjutkan acara yang dinamakan dengan nijikai (二次会) di tempat yang berbeda, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berteman dekat atau mempunyai hobi minum yang banyak dan kalo masih kuat minum setelah nijikai boleh lanjut lagi dan biasanya pertemuannya dinamakan sanjikai (三次会). Gw sendiri belom pernah sampe sanjikai tapi kalo yang nijikai sudah pernah merasakan dengan teman-teman lama yang sudah lama banget gak pernah ketemuan sejak mereka dateng ke Indonesia.

Etika dalam nomikai
Didalam sebuah acara nomikai juga ada beberapa aturan yang harus dipenuhi, misalnya setiap orang berusaha untuk tidak mengisi gelasnya sendiri tetapi malah menuangkan minuman ke gelas orang yang duduknya paling dekat atau kepada orang yang kedudukannya lebih tinggi. Hal ini terutama ditujukan untuk peserta dengan posisi/status/jabatan yang lebih rendah untuk menawarkan untuk melayani orang yang lebih berposisi lebih tinggi dan biasanya pula orang yang berkedudukan lebih tinggi tadi akan membalas juga dengan mengisi gelas orang yang posisinya lebih rendah tadi. Sebenarnya hal ini hanya untuk menunjukkan saling menghormati untuk menumbuhkan hubungan yang baik dalam bekerja satu dengan lainnya.
Hal lainnya yang diperbolehkan didalam sebuah nomikai adalah mabuk. Peserta nomikai diperbolehkan mabuk dan semua yang diperbuatnya dalam sebuah nomikai tidak akan dianggap serius (bila melakukan hal-hal yang kurang sopan) dan persoalan ini tidak akan dibawa kedalam tempat kerja.Untuk orang yang sudah tidak kuat minum biasanya mereka akan meninggalkan gelasnya penuh, ini sinyal kalau kita tidak mau minum lagi.

Selama gw mengikuti sekian banyak nomikai belum pernah mabuk kecuali 1 kali sewaktu pesta perpisahan dan itu saja karena teman banyak yang mau menuangkan birnya :P Jadi sewaktu di Jepang minum alkohol jadi seperti minum air aja padahal gw dasarnya gak suka bir yang rasanya pahit tapi untung ada Asahi Dry Beer yang rasanya ringan. Dan setelah balik ke Indonesia balik ke kebiasaan lama yaitu peminum teh berat (aka setiap saat minum teh) hahaha~ Jadi gw pikir minum alkohol tidak selamanya berarti jelek (kecuali emang dilarang oleh agama) dan image peminum di Indonesia mungkin kebanyakan jelek karena biasanya setelah mabuk mereka merugikan orang-orang disekitar mereka :P
Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan perspektif yang lain dalam budaya minum minuman beralkohol.
nomikai
(dalam sebuah acara nomikai setelah acara seminar)
Sumber lain: Wiki

Labels:

Baca selengkapnya...

NoBar Loenpia

Sunday, April 01, 2007 by Adi

Sabtu kemarin , berawal dari konpren YM anak-anak loenpia, akhirnya jadilah kita sepakat buat NoBar (nonton bareng) Nagabonar jadi 2. Peserta NoBar kali ini ada Dendi, Fanny, Vita, Jhiban, Munif dan Ahmed selain gw sendiri tentunya. Karena nontonnya di E-Plaza, gw berangkat 1/2 jam lebih awal karena pengen nge-rasain menu dan cozzy-nya E-Plaza. Mesen chicken sandwich dan gw gak kecewa sama menunya, mantap abis lah pokoknya (gw sendiri gak abis dan diabisin secara keroyokan oleh Dendi dan Jhiban) dan tempatnya juga nyaman banget soalnya gw nyari tempat buat relaks setelah ngerjain event dan belum merem total 40 jam-an sampe selesai nonton nagabonar (heran juga bisa melek sampe segitunya). Tentang filmnya sendiri, Nagabonar jadi 2 ini menceritakan tentang interaksi antara Nagabonar (Deddy Mizwar) dengan anak laki-lakinya Bonaga (Tora Sudiro) yang sudah sukses mempunyai usaha di Jakarta. Film Nagabonar jadi 2 ini film komedi yang tidak begitu berat untuk dinikmati tetapi kadang kita bisa dibuat tercenung oleh pesan yang berusaha disampaikan oleh para aktor yang bermain dalam film ini. Film ini gw pikir sukses berat dalam membuat orang tertawa atau at least tersenyum karena tadi malem kayaknya semua penonton tertawa ngeliat kelucuan dari Nagabonar dan Bonaga. Mau cerita lebih banyak tapi kayaknya lebih enak kalo kamu nonton sendiri. Lega juga ada film indonesia yang temanya agak lain setelah film indonesia dengan tema horor jadi booming, kebiasaan di Indonesia, kalo ada sukses satu pasti ditiru.
Setelah selesai nonton, kita (minus Fany dan Vita) mampir di warung roti bakar depan E-plaza buat ngobrol gak jelas soalnya ini pertemuan pertama juga sama Ahmed. Setelah balik rumah gw tidur dengan sukses karena bangun sore hari ini pas anak loenpia balikin mobil abis kopdar-an ke jogja. Thanks yah semua buat oleh-oleh dari Jogjanya dan buat pepenk thanks berat buat rambutan dan salaknya.
nobar loenpia maret 2007
(ki-ka: Ahmed-Jhiban-Vita-Fany-gw, duduk: Munif, minus Dendi yang motret :P )

PS: 'ma kasih buat jhiban buat fotonya :D

Labels:

Baca selengkapnya...

about


A man, stay in semarang, central java, work on environmental field and love to eat

Also a link to profile may show up here.

search

recent posts

recent comments

archives

blogroll

loenpia

nomadlife

community

shoutbox

accecories

admin